Kehampaan hati

   Hari ini penuh dengan tetesan hujan yang membasahi diriku. Hingga semenjak pagi ini tetap saja hujan, tetapi yang kuterasa anehkan hanyalah satu "Mengapa hujan tidak turun begitu lebat ? atau memperlihatkan petir dan kilatan serta guntur yang seharusnya dapat mewakili perasaan hatiku saat ini". Kenapa hanya tetesan lembut ???Kenapa begitu lembut ..??
   Aku sedang menangisi seseorang, menangisi bayang-bayang nya, bayangan seseorang. dia pernah membuat kenangan indah bersamaku. Dia pernah memberikan aku tawa dan canda yang dapat membuat hatiku sangat nyaman dengannya.
   Tapi, air mataku tetap saja terjatuh bagaikan saat ini, saat hujan turun yang telah membasuh seluruh hati dan ragaku. Tiada satupun orang yang mampu mengusap airmataku, aku hanya bisa menangis saat dia meninggalkanku. bersama kenangan-kenangan yang telah aku buat bersama nya.
   Aku sadar apa yang yang diucapkannya pada saat itu, di sela-sela tawa dan canda itu berlangsung,dia telah berhasil membuat aku bahagia tanpa aku harus menyadari bahwa dialah orang yang selalu membahagiakan aku.
   Kini dia telah pergi,dia tidak ada lagi, bahkan dia tidak pernah muncul lagi didalam realita ku. aku merindukannya,merindukan dirinya, dirinya yang dulu, yang pernah membuat aku tertawa, yang telah mengisi kehampaan hatiku.
   Aku tak tau, aku hanya bisa diam dan diam. apakah karena selembut ini hatiku? sehingga aku tidak bisa mengeluarkan apa yang ada di isi hatiku saat ini. "seperti embun dipagi hari yang dingin, setulus dan sebening ketulusan hati diatara kita" yang mengalir dan jatuh diantara didedaunan, atau seperti perasaan kita yang setelah kita menyadari merasuk ke dalam hati,menyentuh hati kecil kita.
   Semuanya telah berakhir,yang aku ta, aku menyadari ketulusan hatimu,cintamu, dan kini air mataku jatuh diantara rintik hujan yang turun, tak terlihat dan aku telah menagisi kepergianmu cinta.

Acha septriasa-kehampaan_hati

Related Posts:

0 Response to "Kehampaan hati"

Post a Comment