Aku mendustakan
diriku sendiri, aku membohongi hatiku sendiri. Terdiam dan terpaku menatap dirimu dari foto itu. Aku tak
sekuat yang kamu kira, aku juga tak akan mungkin cepat berpaling dari dirimu. Bukankah
aku pernah bilang, bahwa ketika aku sudah jatuh cinta aku akan sulit
meninggalkannya, butuh waktu yang lama mungkin untuk kembali bangkit.
Dan, hingga
batasnya ya sayang. Pergilah sesuka hatimu, pergilah kemanapun kamu mau, aku
akan tetap tinggal meski belum ingin beranjak pergi. Aku hanya ingin
melupakanmu meski sulit. Aku hanya ingin berhenti memikirkanmu, tapi itu
mustahil. Aku mulai berpikir, apa yang harus aku lakukan agar kamu tak berada
dihatiku lagi, bisakah kamu menunjukkan caranya ..? bahkan kamu melewatinya tanpa
ada rasa sakit sedikitpun.
Sayangku,
jika ku ingat-ingat lagi mengapa kita berpisah juga aku sudah lupa. Ada banyak
permasalahan diantara kita, tapi mengapa kita begitu lemah untuk melawannya? Jika
ku ingat kembali, apa permasalahan yang kita hadapi sehingga membuat kita putus
asa sekarang ini ..? kita pernah berdiri di dahan yang sama, kita pernah
terbang dan melintasi banyaknya tembok-tembok yang menghalangi jalan kita
menuju kebahagiaan. Namun, kenapa kali ini kita berhenti .? kenapa kali ini
kita berpisah ..? kenapa kali ini kita tak terbang bersama lagi atau beristirahat
didahan yang sama ..? kenapa ..?
Kita sering
kali melewati masa sulit bersama, kita sering kali melewati berbagai pertengkaran
bersama. Karena cinta .. kita kembali, karena cinta .. kita berdamai, dan
karena cinta kita melupakannya. Namun,apa yang terjadi dengan kita sekarang ..?
apakah kamu telah berhenti berjuang ..? apakah telah lelah rasanya ..? aku
bahkan ingin selalu menopangmu kapanpun kamu butuh. Namun, mengapa pergi ..?
haruskah dengan cara itu kamu meninggalkanku ..? aku yakin merpati seperti kita takkan mungkin
mengkhianati pasangannya. Lalu apa semua ini ..?
Ada banyak
pertanyaan dalam kepalaku, ada milyaran pertanyaan yang bahkan aku tak tau
harus ku ungkapkan dari mana. Mengertilah bahwa aku lelah, bahwa aku hanya
mensyukuri kamu karena ada disini. Aku tak butuh orang lain lagi karena yang
kubutuhkan hanyalah kamu. Kamu tau, kamu telah menempati segala tempat dihati
ku ini, namun kamu pergi dan akhirnya tak akan pernah kembali lagi.
Sedih rasanya,
padahal aku masih sanggup, aku masih kuat, dan masih terus ingin berjuang untuk
membahagiakanmu. Pernahkah terpikir olehmu sayang? Bahwa kamu begitu beruntung
karna ada seseorang disini yang begitu menginginkanmu, yang begitu sangat ingin
membuatmu bahagia dan tersenyum tanpa pernah kenal dengan rasanya sakit ..? itu
adalah aku, yang bahkan tak pernah dijabah oleh hatimu. Bahkan, kamu berpikir
bahwa menjadi dewasa adalah hal yang lebih penting dari pada cinta dan
kebahagiaan. Kini, kamu minta agar aku pergi, dan aku akan pergi meski tak
ingin benar-benar pergi.
Dari seseorang yang pernah kamu genggam tangannya-
0 Response to "Mencintaimu tak pernah lelah"
Post a Comment