Surat Untuk Sahabat ..
Kenapa Kamu Menjauh ..?
Kenapa Kamu Tidak Pernah Melihat
Aku Lagi ..?
Dengan Kedua Matamu ..?
Kenapa Kamu Tidak Pernah Memegang
Tanganku Lagi ..?
Dengan Kedua Tangan Mungil Mu ..?
Kapan Kita Bisa Melangkah Beruda
Lagi ..?
Dengan Kaki-Kaki Kita ..
Kapan Kau Bisa Tersenyum Untukku
..?
Aku Sayang Padamu, Dan Kapan Kita
Bisa Seperti Dulu ..?
Apa Telah Ada Oranglain Yang
Menggantikan Aku Disampingmu ..?
Apa Karena Kita Berjauhan ..?
Bahkan Kau Tidak Pernah Lagi
Mendengar Bagaimana Rinduku Membara ..
Kita Memang Saling Berdekatan ..
Tetapi, Hati Kita Tetap Saja
Berjauhan ..
Kau Telah Melupakan Aku ..
Bagaimana Pun Semestinya ..
Hanya Urusan-Urusan Yang Kau
Anggap Penting Dan Kau Kerjakan ..
Aku Tidak Pernah Lagi Medengar
Bagaimana Kau Mengucap Kata Rindumu ..
Dan Kau Seperti Tak Mau Dan Tak
Ingin Tuk Ku Rangkul ..
Aku Sungguh Sangat Merindukan Mu
Sahabat ..
Siapapun Engkau Nantinya ..
Siapaun Engkau Jadinya ..
Aku Akan Tetap Merindukan Kita
Yang Dulu ..
Yang Telah Mengalahkan Berbagai
Rintangan Yang Kita Hadapi ..
Inilah Kita Yang Telah Tersapu
Debu Dari Sang Waktu ..
Kau Telah Meninggalkan Aku Bersama Dedaunan
Yang Berguguran Di Pagi Hari Ini. Aku Tidak Pernah Mendengar Langkah Kaki Kita
Berjalan-Jalan Dan Membuat Suattu Kenangan Pahit Dan Manis Yang Telah Kita
Jalani Bersama. Tangan Yang Dulunya Saling Menggengggam Kini Hanya Sekedar
Cerita Yang Telah Usai Di Pandang Orang. Siapa Dia ..? Siapa Kamu ..? Bahkan
Kata-Kata Yang Dulu Pernah Kau Tulis Disini Telah Kau Buang Jauh-Jauh Dari
Hidupmu. Mana Mulut Pedas Mu Yang Selalu Mengingatkan Aku Akan Sesuatu Hal Yang
Salah ..? Mana Tangan Mu Yang Dulu Sering Menahan Ku Ketika Aku Hampir Celaka. Bahkan
Ketika Aku Sakit Pun Kau Tidak Pernah Menjengukku. Sekali Saja, Hanya Untuk
Sekali Saja. Aku Tidak Sanggup Membiarkan Mu Sendiri, Aku Tau Apa Yang Akan
Terjadi Bila Ku Pergi, Dan Ini Alasan Ku Kenapa Dan Mengapa Aku Tidak Pernah
Mencari Oranglain Yang Lebih Mengganggap Aku Ada Disampingnya. Kau Tidak Akan
Punya Siapa-Siapa Ketika Kau Merasakan Sesuatu .. Dan Yang Ku Mau Adalah Kau
Tetap Bahagia ..
Aku
Selalu Membawa Mu Serta Didalam Doaku. Didalam Ingatan Ku . Di Dalam
Kerinduanku, Di Dalam Hati Ku. Namun Apa Yang Terjadi ..? Kau Tidak Pernah
Mengingat Aku Sedikitpun. Kau Tidak Pernah Menyebut Aku Denga Kata-Kata Yang
Sangat Aku Nantikan. Yeah, Mungkin Kau Tidak Lebay. Tapi Aku Merasakan
Kehilangan. Kau Tau ..? Aku Tidak Akan Pernah Mau Membiarkan Mu Sendiri Dalam
Kegelapan. Aku Ingin Kau Mneyadari Bahwa Akulah Yang Selalu Disampingmu. Yang Selalu
Setia Mendampingin Mu Melebihi Dari Seorang Pacar Didalam Suka Dan Duka Mu. Mungkin
Kau Lebih Memberikan Banyak Duka Mu Kepadaku. Tapi, Apa ..?? Aku Tetap Setia
Padamu.
Aku
Ingin Kau Merasakan Betapa Aku Merindukan Kenangan Kita Yang Dulu. Aku Tau Itu DULU.
Tapi Tak Semestinya Kau Menghapusnya Begitu Aja. Aku Ya Aku .. Kamu Ya Kamu. Tapi
Kau Selalu Acuh Tak Acuh Ketika Aku Berkata-Kata Didepan Mu. Apa Kau Masih
Punya Hati ..? Apa Kau Masih Punya Nurani ..? Masih Punya Cinta ..? Masih Punya
OTAK ..?. Hey, Aku Tidak Pernah Berkata Sekasar Ini Sebelumnya. Kau Membuatku
Jenuh Dan Menangis. Tapi, Kau Tak Pernah Jenuh Dan Menangis Untukku.
Satu
Pesan Ku Untuk Yang Tersayang, Bahwasanya Tidak Ada Perasaan Yang Abadi,
Sesungguhnya Tidak Ada Orang Sama Persis Didunia Ini. Ketika Kau Memilih Sebuah
Bunga, Pilihlah Yang Kau Anggap Bisa Membuat Hidupmu Tenang, Jangan Memilih
Atau Mencari Bunga Lain. Tidak Akan Sama. Untukmu Yang Tersayang,Yang Tercinta,
Yang Selalu Di Hati, Yang Tidak Pernah Aku Benci Hingga Sampai Air Mata Ini
Jatuh Dibawah Sujudku. Tuhan Tau Apa Yang Terbaik Untuk Kita Berdua, Jika
Memang Begini Caranya, Maka Aku Akan Menguji Diri Mu Sendiri. Apakah Suatu Saat
Nanti Jikalau Aku Pergi Kau Masih Bisa Menyebut Namaku ..? Masih Bisa Merasa
Kehilangan ..? Masih Bisa Tidak Menganggap Orang Yang Sangat Mencintai Mu Itu
Tidak Ada.
Ini
Kesekian Kalinya Untuk Kesabaran Kudan Untuk Sakit Hatiku. Kau Telah Pergi,
Bahkan Ketika Aku Mencium Mu Sekalipun, Kau Tidak Pernah Menganggap Kalau Aku
Sangat-Sangat Dan Sungguh Sangat Ingin Kita Menjadi Seperti Dulu. Kenangan Kita
Cuma Masalalu Yang Telah Menjadi Debu Di Antara Buku Kenangan Kita. Lebih Baik
Aku Jadikan Dia Butiran Arang Yang Tidak Akan Pernah Menyatu Lagi. Kecewa Memang,
Tapi Apalah Arti Sesungguhnya Jika Kita Akan Tetap Seperti Ini. Sahabat Itu
Telah Hilang .. Dan Hilang . Bahkan Tidak Pernah Aku Dengar Lagi Kabarnya .
11.01 just past memories ,,
0 Response to "Surat Sahabat"
Post a Comment