Semoga tidak ada yang salah pada mimpiku ..
Apa
pernah aku shalat istiqarah ..? mengapa laki-laki berlesung pipit itu berada
didalam mimpiku ..? dengan tidur nyenyak ku setelah aku selesai shalat isya.
Dia menghampiri aku dan menjelma menjadi kekasih ku.
Bagaimana
mungkin ini bisa terjadi, mengapa hal yang selama ini aku inginkan hanya bisa
terjadi di dalam mimpiku, di dalam bunga tidurku.mengapa dia bisa hadir ..?
mengapa ..? apa karena aku merindukannya ..? atau sebaliknya .. ah, tidak mungkin
..!
Rasa
ini telah bercampur rasa menjadi satu, sedih dan senangpun ada. Seakan-akan aku
tetap harus bahagia atau tetap harus bersedih.ini memang Cuma mimpi, tapi mimpi
bisa saja jadi kenyataan, dan aku sudah lama aku mengurungkan niatku untuk
tidak mengejarnya lagi.
Mungkin
aku salah karena menyukai laki-laki penghafal alquran itu, rasa sayangku timbul
karena aku menyukainya karena allah, agar dia dapat mengajari aku untuk lebih
mencintai allah swt .
Yaah,
aku kira ini hanyalah hal yang menjadi kekonyolanku. Walau aku tau dia tidak
pernah memandang ku lebih. Aku hanya seorang temannya, dan sahabatnya yang
menyukai ku, bukan dirinya. Hey, kami sudah mempunyai masing-masing, apa
problemnya ..?!!! “perasaan”.
Mungkin
hanyalah perasaan ku yang harus aku tahan, yang harus aku musnahkan, tidak ada
problem yang lebih bahaya dari pada ini. Problem ini, aku tidak ingin hanya
karena perasaan ku yang salah semua nya jadi hancur, mungkin mimpi ku memang
hanya sekedar mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan.
Semoga
aku dan dia tetap menjadi teman, walau aku tidak pernah tau apa yang aku
rasakan. Aku hanya tidak ingin perasaan ku lebih jauh untuknya dari pada yang
menciptakan ku sendiri. Kau tau son ..?
semoga mimpi ini salah .. kau tau salah ..? tidak benar ..! kau tau tidak benar
..? tidak nyata ..! dan tidak akan pernah ada.
Mungkin aku akan
menunggu tuhan sampai kamu dan aku dipersatukan,
bukan balasan yang ku
tunggu, tapi hanyalah ketulusan dari sang peghafal alquran,
yang mampu membuat aku
begitu nyaman dan tenang disaat berada didekatnya,
tidak peduli sekarang
dia siapa aku atau siapanya mereka dan dia.
Hati aku begitu rapuh
ketika aku aku atau dia harus beranjak pergi dan melangkah
Dari tempat yag telah
dipertemukan oleh ujung-ujung jemari kaki kita.
Sungguh ini adalah aku,
yang telah melupakan kamu, dan membuat cerita pahit tentang kamu son,thanks.
I Like It...
ReplyDeleteteruslah berkarya yah...
kisah nyata yg cukup mngharukan...
^_^
hahaha, ini bukan kisah nyata. just seems my past. ;)) makasih comment nya.
ReplyDeletekereen caa :)
ReplyDeletemakasih :)
ReplyDeletesama2 tomat =)
ReplyDelete