Ada, namun tiada

apakah mungkin kamu satu-satunya manusia yang harus aku percayai ..?
     namun, nyatanya kamu sama saja seperti mereka. Datang disaat butuh dan pergi disaat kau mulai bosan. apakah semua yang telah kita janjikan harus kita ingkari ..? apakah tak ada cara lain agar kita kembali seperti dulu lagi ..?
    rindu itu begitu menggebu, disaat kita telah beberapa hari tak bertemu. aku merindukan semua yang telah kita lalui. aku merindukan saat kamu menatapku dengan dalam, saat kamu berbicara lembut didepanku, saat kamu memegang tanganku seakan kamu tidak ingin pergi dari ku, seakan kamu mengatakan lewat mata mu bahwa akulah satu-satunya yang akan menjadi milikmu.
     aku teringat pada suatu kenangan milik kita. ketika ucapan lafal dan sangat fasih mengucapkan kata-kata yang selalu aku ingin kamu katakan. namun, aku menyadari sesuatu bahwa kamu telah jauh berubah. aku merasakan bahwa kamu sudah jauh melupakan aku. sudah membagi waktuku untuk hal yang kamu anggap penting. kamu sudah jauh pergi dari aku. kamu mulai melupakan aku.
    ataukah mungkin aku tidak penting lagi untukmu ..? apa aku sudah tidak berarti lagi dimata mu ..? layaknya seperti apa yang dulu telah kita bicarakan panjang lebar, aku merasa sangat jauh dari dirimu. aku merasa bahwa aku hanya dianggap ada saat kamu membutuhkan aku, disaat yang penting untukmu baru kamu datang kepadaku. apakah kamu sama seperti mereka ..? yang juga memanfaatkan aku ..?
    sungguh rindu yang begitu menyiksa, rindu yang takkan pernag mengembalikan betapa bahagia dulunya kita. aku menutup mataku. membayangkan betapa rindu adalah hal yang begitu meyakitkan. aku akan melupakan semuanya, mengikuti semua nya. alur yang tanpa sadar kamu ciptakan. sekalipun kamu membentakku, memarahi aku, bahkan menuduhku yang tidak-tidak. aku akan tetap mengalah. sejujurnya aku benci aka hal ini.  namun, aku takkan sanggup untuk melepaskanmu.

kini aku berada disaat yang sangat tersulit
tetesan dan air mata jatuh perlahan..
membayangkan betapa rindu yang kurasakan begitu menyiksaku..
aku tau, aku telah kehilangannya, meski aku tidak kehilangan raganya,
rasanya seperti ada namun tetap tiada.

Related Posts:

0 Response to "Ada, namun tiada"

Post a Comment