MEMOHON DENGAN DOA
Ketika itu embun menghilang
Memusnahkan dinginnya pagi yang masih gelap
Tanpa cahaya dia menembusku
Menuntunku hingga ke rumah Tuhan
Panggilan itu terus terdengar oleh telingaku
Bak terompet berbunyi nyaring memanggil memandu
Datanglah aku dan sampai lah aku
Hingga ku laksanakan langkah demi langkah
Dengan hati penuh dengan gelisah
Aku datang tuhan
Aku datang dan ingin mengatakan sesuatu
Bagaikan tanah yang kupijaki sendiri
Itulah aku yang hina
Memohon ampun dan pertolongan dari dirimu
TERJAGA SEPANJANG
MALAM
Terbangun
Setiap hari dari diriku kecil
Hingga dewasa membawa umurku
Hal yang tak akan pernah terlupakan olehku
Dan sebuah tanda tanya besar
Yang terus berdentum kencang di kepala dan hatiku
Jika ku tanyakan pada mereka tentang hal yang sama
Mereka tak menjawab iya
Mereka tak sama seperti kita yang terjaga dengan malam
Seperti takut akan matahari tak akan kembali
Maka, tahajudlah sebagai penolongnya
Ketika terbangun dan terjaga sepanjang malam
Ketika mata telah lelah namun tetap terbuka
bersama ketakutan yang penuh dengan teka-teki
Terbangun lagi dan lagi
Setiap hari hingga bosan dan jenuh
Hitam kantong mata dan lusuh
Petanda akulah orang yang terjaga sepanjang malam
0 Response to ""Memohon dengan doa" dan "terjaga sepanjang malam" [puisi]"
Post a Comment