Sudah Hampir 9 tahun kami tak bertemu. Aku merindukan orang yang selama ini masih aku cari. Dirinya yang seperti aku ingin dan aku dambakan selalu. Aku tetap masih menganggap nya sebagai sahabat ku, tapi setelah sekian lama berlalunya waktu, aku hanya menyadari satu hal yang selama ini telah menjadi kenangan yang tidak pernah aku lupakan. Dia telah mengusap air mataku, dia telah membuat aku tertawa, dia telah menjaga ku, dia telah berada di samping ku selalu saat aku membutuhkannya. Aku merasakn kehilangan semenjak aku menyadari hal itu. Padahal, kejadian yang sangat nyata itu telah lama dikubur sang waktu, telah tertutupi oleh Zaman. Tapi, masih saja aku tetap mencarinya, tetap menelusuri jejaknya, ini yang membuat aku harus bertahan menahan apa yang aku butuhkan, bukan aku inginkan.
Selama ini, sudah banyak orang yang mendampingi aku. Mereka sama saja dengan yang lain. Mereka tidak pernah mengerti tentang bagaimana aku. Aku hanya bisa terdiam dan harus tetap menunggu dan mencari dan mencari lagi sampai aku lelah dan beristirahat lalu mencarinya lagi. Apa kah dia telah MATI ..? Hal yang sangat dramastis jika itu terjadi, memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Adakah hal yang lain yang mendukung kemana perginya anak lelaki kecil itu bisa mneghilang ..? Aku telah bertanya kepada siapa saja yang mengenalnya, yang pernah mengetahui tentang hidupnya, tapi semuanya sama, jawabannya pun sama. Tetap tidak ada yang tau kemana sang lelaki kecil itu melangkah. “Aku merindukannya Ya-Robbi”, sampai ketika aku tidak sanggup lagi untuk menahan air yang telah dibendung disudut mataku ini, sampai aku tidak sanggup untuk melangkah lagi. Aku menangis, siapa yang tau jika aku hanya sendirian disini, sebanyak ini orang yang menyayangiku, hanya satu orang yang berhak menerima perasaan kehilangan ini, DIA .. Anak lelaki kecil itu.
Sekarang bukan zamannya untuk mengada-ngada atau mendustakan suatu cerita yang telah aku atau dia alami, aku telah merindukannya. Aku yakin, dia telah memimpikan aku ketika aku sangat merindukan bagaimana kecil iya dulu mendampingi hidup ku sampai aku merasa benar-benar kehilangannya. Mereka semua tak pernah peduli bagaimana cara aku mencari si anak lelaki kecil itu. Aku teringat selalu tentang dia, yang ku harapkan adalah aku bisa bertemu dengannya. Bagaimana pun caranya. Aku akan peluk dia.. Sebelum aku memeluk orang lain. Aku akan mengatakan padanya bahwa aku sangat merindukan dirinya, sebelum aku mengatakan rindu kepada masalalu-masalalu ku yang dulu. Aku tetap akan meletakkan dia sebagai kenangan yang paling realita dalam hidup ku sebelum aku meletakkan realita selanjutnya. Sampai saat ini, hanya dia .. Dia dan dia yang aku fikirkan. Aku tau, dia tidak akan pernah berubah sampai kapanpun.
“Ini doa ku Ya-Robbi, kembalikanlah dia yang telah menyadarkan aku,pertemukan aku sebelum aku tidak pernah melihat mimpi-mimpiku lagi”. Aku hanya ingin dia merasakan betapa aku sangat menyayanginya. Tidak pernah ada orang lain yang memikirkannya selain aku. Aku yakin itu, karena aku yakin yang dia ingat jugalah aku, yang tidak pernah dia lupakan, yang tidak pernah dia dustakan, namun sama seperti ku, masih ia sembunyikan dan dia tidak berani untuk melangkah lebih lagi untuk melupakan aku yang ntah dimana berada. Dia Kekasih Kecil ku.
Terus berkarya ya mbak... :D
ReplyDeletemakasii idin ;)
ReplyDelete