Mungkin
ini adalah waktu yang telah berulang-ulang kali terjadi dan mungkin hari yang
kesekian ratusan harinya. Menanti dan selalu menunggu bagaimana kabarnya Si
kacamata tebal itu. Aku juga baru tau setelah 3 bulan aku mengenal dia bahwa
dia sama seperti ku, Pecinta “Angka dan Huruf” di dalam matematika. Aku tau
pasti otak nya encer banget, sangat encernya dia tidak pernah memikirkan
bagaimana orang yang mengagumi dirinya.
Untuk wanita bermata
coklat
yang selalu diam
tidak pernah terlihat oleh sudut matanya si kacamata.
Ini
adalah hari yang ke-123 dimana aku masih saja secara refleks lebay dan alay
terkejut jika dia berada didalam sudut pandanganku, tepatnya ditengah-tengah
bola mata coklatku. Dia berjalan, dia bermain, dia berbicara, semuanya terekam
didalam nafas jiwaku, didalam ingatan yang tidak pernah penuh-penuh dengan
berbagai pemikiran. Dia adalah orang pertama yang sampai saat ini tetap aku
nanti dan tetap aku tunggu.
Sekian
menit dan sekian detik telah berlalu, aku masih saja mencuri-curi pandanganku,
mencuri-curi waktu ku untuk kesempatan yang harus aku manfaatkan. Aku hanya
ingin melihatnya saja, lalu dia tertawa dan tersenyum itu telah membuatku cukup
bahagia. Aku tidak mau jika dia bertingkah seperti hari ke-56 dengan diam dan
tak mau bicara, dengan sifat dingin dan kemarahan, tidak mau ada candaan, tidak
ada senyumannya. Dia tidak pernah memperdulikannya lagi dan memikirkan
masalahnya.
Untuk Wanita konyol
dengan pemikiran-pemikirannya
Yang tidak pernah
lepas dari si otak encer
Pengen
banget bisa satu jurusan dengan si kacamata tebal, ternyata kelasnya hanya
sejarak dengan kelasku. Aku hanya bisa melihatnya saat itu saja, saat dimana
tidak ada acara pindah kelas. Aku selalu mencari cara bagaimana caranya bisa
agar aku tetap bisa melihatnya setiap aku ingin melihatnya “ setiap saat”. Itu
mungkin adalah jawaban yang paling sederhana untuk sebuah alasan konyolku.
“diakan tidak tau kalau aku suka sama dia,” bahkan sampai sekarang pun ini
adalah alasan yang paling gila ketika aku tidak ingin pacaran, demi si
kacamata, si matematika, si tinggi, dan si otak encer, itu lah julukan yang
sebagian oranglain menyebutnya.
Aku
pengen sih mengenal dia lebih dalam lagi, tapi itu semua mustahil ketika aku
mencoba permainan dan percobaan ku dalam menanyakan satu pertanyaan penting
yang harus aku tau, mau tak mau, aku harus minta tolong kepada teman dekatku, “
hoi, kau udah punya pacar ..? kok aku gak pernah lihat kau dekat sama seseorag
gitu,aneh loh”, kacamata itu hanya menjawab “aku baru sekali pacaran dan untuk
saat ini atau bahkan untuk waktu yang lama, rasaku tidak, tidak ada waktu untuk
memikirkan hal yang tidak penting seperti itu”, WHAT ..? gak penting ..? itu
adalah jawaban yang aneh, dan biasa bagi dirinya.
Wanita yang hanya
bisa menunggu pemberi alasan simpel.
Alasan
pertama yang aku fikirkan jika aku menjadi dirinya adalah pacaran atau pacar
hanya akan mengganggunya. Tidak penting karena hanya akan menambah beban
pemikirannya. Tidak ingin prestasinya turun. Memang sih, aku juga aka berpikir
yang sama dengan si anak jenius itu, dan ini membuat ku semakin pasrah untuk
memilikinya. Bagaimana tidak ..? jawaban tersimpel.
Ini
hari yang keberapa ya ..?? mungkin hari ke-259 setelah aku tiba-tiba berhenti
memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan bagaimana aku.
Pertanyaan-pertanyaan bodoh dan tak penting itu masih saja menghantui aku. Apa
dia tidak merasa kesepian ..?? apa dia terlalu mencintai otaknya ..? ughhh, aku
kesal , aku benci ketika dia tidak melihat dimana sisi yang kurang dari
hatinya. Aku belum mengerti apa alasan yang pantas untuk memikirkan dia lagi.
Dia ya dia .. aku ya
aku ..
Ini adalah hari yang ke-365 dari aku menghitung hari sampai
hari ini. Aku masih saja tetap memikirkan si anak kacamata itu. Aku tidak tau
mengapa dia tidak pernah hilang dari ingatan ku. Ntah ini adalah jiwa ku yang
labil atau yang lebay tapi tetap saja begitu jalannya. Hmmm, dia .. dia dan dia
.. selalu ajaaa diaaaa... kapan ya aku bisa menghentikan pemikiran tentang
dirinya itu ..?? dan ini adalah tepat 1 tahun memikirkannya.
Nothing Special for
Sunday .. but Supraise ..
Ini adalah hari minggu yang membosankan. Aku bingung harus
melakuka apa dan bagaimana dengan sesuatu yang aku alami. Mengenai tentang
pemikiran-pemikiran yang lumayan mengesankan dan membuat oranglain takjub jika
mendengar nya . hahahaha, ntahlah, ini hanyalah aku yang konyol .. konyol ..
konyol dan konyol ..
Ntah
hari keberapa lagi, aku tidak ingin menghitung rasanya. Ini sungguh membuat ku
sakit dan tidak bisa berkonsentrasi, aku hanya bisa menyelesaikan naskah
perjuanganku, buka demi dia, tapi, demi diriku sendiri. Aku hanya tidak ingin
apa yang aku inginkan tidak bisa tersampaikan.aku akan berhenti dan mencoba
berhenti untuk tidak memikirkan dia.
Untuk pengguna
kacamata berlensa minus 2 ..!
Aku hanya mengikuti jejak-jejak kemana pun kau pergi dengan
mataku, sampai saat ini tetap dengan hari-hari ku melihat kamu dengan mata dan
hatiku. Aku memang telah mempunyai seseorang dihati ini. Tapi, jujur aku pun
tak bisa jugak membohongi perasaan ku kepada dirinya. Tapi ya memang, si
kacamata itu lebih dulu menepati hatiku dibanding dengan kekasihku. Bukan
maksud ku untuk melukai atau menduakan
perasaan ku kepada nya. Tapi, ini lah hati, itulah hati, kadang sungguh lain kenyataannya.
Dan aku hanya mencoba untuk tetap tersenyum saja.
Untuk hari yang
mengesankan .
Untuk waktu yang
telah menemani aku, aku tau tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Ini adalah hari yang baik
untukku, setelah apa yang terjadi dihidupku dan mencoba selalu dan selalu
melupakannya. Aku berada tidak jauh darinya, hanya hitungan centimeter untuk
bisa ku sapa dan sentuh dia sebagai kata salam pembuka dihidupku. Namun,
langkahku masih menyulitkanku untuk tidak beranjak pergi dari tempat aku
menginjak sesuatu. Aku harus tetap berada disini, setidaknya ada hal yang aku
sambung dari pembicaraannya dengan oranglain. Ini adalah hari yang bagus buat
aku. Aku bisa bertatapan dengannya secara langsung, berbicara walau hanya
melewati orang lain, mendengar gurauan nya, tawa nya, melihat semuanya.
Laki-laki bertampang
longor yang tersenyum kepadaku.
Aku tau kok, dia memang memakai
kacamata dan agak sedikit pemalas, itulah dia.. kacamatanya yang memperlengkap
dirinya. Aku tidak bisa menerka apa yang dia fikirkan dan apa yang harus dia
atau aku lakukan kalau kami saling bertemu. Tapi, hari ini sungguh fantastic
buat aku. Dia menoleh kearahku, dan memberika senyuman hangat nya kepadaku.
Sungguh aku terdiam dan memerah merona dipipiku. Sangka ku mungkin ini hanyalah
mimpi, tapi tidak.. ini sungguh nyata ..!!
Setelah apa
yang aku lihat secara nyata ini, kamu akan tetap membuat kisah ku semakin
manis. Ini adalah hari yang ke entah berapa .. dan ini adalah hari yang
terakhir kalinya aku bisa sedekat ini dengannya,
untukku
seorang pengagum ..
yang
entah harus melakukan sesuatu ..
aku
hanya ingin kamu tau ..
kalau
aku akan tetap bahagia jika kamu bahagia..
dan
tetap senantiasa menjadi apa yang ingin kamu sandarkan kepadaku..
kepadamu si kacamata berlensa minus 2 ..
aku harap rasa yang tidak tersampaikan ini ..
bisa kamu tau saat aku tidak berada dimana pun untuk kamu
ketahui ..
aku
berharap kamu tidak akan pernah mencari ku ..
jika
kamu sudah menyadari kehadiran ku..
hanya
sekedar mengagumi dan tak bisa memiliki ..
Baca Kelanjutannya yah :) Kacamata ( seribu hari menanti ) Part 2 bit.ly/1eebHgp
0 Response to "Kacamata ( seribu hari menanti )"
Post a Comment