Untuk Dia .. "Dia yang selalu menutupi jiwa sesalnya.."



Untuk kamu yang tidak pernah mengetahui bagaimana perasaanku..

Sebelumnya aku harus berterimakasih kepada tuhan yang telah mempertemukan aku dan kamu di hari tu. Kasih dan sayang  terucap sebelum aku bisa menemukan yang lebih baik dari dirimu. Yang datang dihari bahagia ku disaat 2 tahun sebelum umurku tepat 17 tahun.
                Tidak ada orang lain selain kamu yang pernah singgah dihatiku dan menepati hatiku dengan sangat lama, walau hanya 3 bulan kita bersama dan aku membenci tanggal 24 itu. Dimana itu adalah hari keputusan dari jalan tengah yang kita ambil tanpa kita sadari.
                Kata-kata itu mungkin sangat melukai hatiku. Tapi, apalah daya ku ..? aku hanya seorang wanita, lemah dan bodoh ..! siapa lagi yang bisa mau menerima segala kekurangamu selain aku ..?? siapa ..? aku telah mencoba untuk mempertahankan apa yang dimaksud dengan kata “kita”, tapi kata kita telah hilang ..
                Aku selalu ingat bagaimana kau selalu menyukai rambut panjangmu itu. Aku ingat sekali kau tidak suka dengan botak. Tampak akan sangat lucu ketika kau atau aku dan yang lain tau dan kau pun tidak akan mau keluar rumah sampai rambutmu tumbuh kembali.
                Mau tidak mau, rela atau tidak, harus ikhlas untuk yang terkahir kalinya. Kamu yang cuek harus aku punya kesabaran yang tinggi untuk menghadapi semua rintangan ini.aku dan kamu jalannya telah berbeda, sampai saatnya aku tau aku telah menemukan orang yang lebih pantas untuk diriku sendiri.
                Kau memintaku lagi untuk kembali, dan untuk memilih. Bagaimana mungkin bisa setelah kau campakkan aku begitu saja, lalu kau pungut aku kembali. Aku bukan sampah ..! aku punya hati, dan hati aku masih sayang kamu, tapi tidak untuk kembali bersamamu.
                Setelah sekian lama aku memarahi mu, tidak pernah ada nada suara yang menyapa ku lagi, bulan berlalu .. dan aku masih disini menunggu jawaban untuk kita tetap kembali memulai hari yang baru lagi, melupakan kenangan-kenangan kita.
                Tapi,setahun kemudian, setelah aku tidak pernah melihatmu lagi. Kau datang, kau mau ikut bersama ku kembali untuk berkumpul bersama-sama. Sungguh ini adalah hari yang indah, aku bisa bisa menyapa mu, mendengar lagi nada-nada mu. Dan letak kepribadian yang aku rindukan. Aku tau kau sama denganku. Kita sama-sama merindukan kata-kata “kita”, kau kembali sebagai temanku dan kau menegurku.
Terimakasih tuhan ...
Ku sambut kedatangannya dengan lapang hati dan senyuman manisku..
Aku hanya ingin dia tau kalau aku masih merindukanya ..
Dia yang dulu aku sayangi ..
Dia yang dulu sering memanggilku dengan kata-kata yang berbeda ..
Dia yang selalu menutupi jiwa sesalnya..
Aku tau dia telah merindukan aku,,setelah aku berharap ingin dia datang .
Dan dia datang lagi, membawa kedamaian didalam hidupku. Sungguh sangat ku rindukan dirinya ,,

00:10

Related Posts:

0 Response to "Untuk Dia .. "Dia yang selalu menutupi jiwa sesalnya..""

Post a Comment