Pemudi Pemuja Bidadari



                Aku melihat dirinya disana, aku baru pertama kal melihat wanita semanis diirnya, tawanya sungguh membuat hatiku menjadi bergeming, bergetar dan senyumnya membuat aku semakin takjub mmelihatnya. Kemanapun dia berjalan pasti akan kupandang, tanpa berkedip sekalipun.
                Dia menghilang dibalik kerumunan itu, aku ingin sekali menatapnya dengan perasaan ku, hatiku hingga aku merasakan bahwa dia adalah bidadari yang aku cari. Sungguh ini dapat membuat badanku terasa menjadi lebih ringan dan rilex,sungguh menggebukan hatiku.
                “Andai engkau mengerti ris, kau selalu bisa membuat aku tersenyum tanpa alasan, tanpa sebab, bagiaman jika orang-orag menganggap aku gila ..?” sedangkan kamu tidak tau aku, dan tidak mau bertanggung jawab atas perasaanku, bulan demi bulan berganti, dan kamu Cuma kau yang bersarang dihati aku .
                Kau tidak tau siapa aku ris, bahkan diantara pemuja-pemuja lainpun tidak tau kalau aku adalah orang yang telah lama sekali memujamu, sedikitpun ris, kau tak tau. Dan kau tak mengerti.
                Kadang aku mencoba untuk menyapa mu ketik kita berpapasan, “riska..!!” , dan kau hanya tersenyum, lalu meninggalkan nada-nada suara hatiku yang telah aku keluarkan. Aku telah mnyusuri semua yang telah kau datangi, tapi itu semua tidaklah membuat mu bisa bersamaku, ris. Mungkin ini Cuma angan-angan ya? jauh banget ..
                Aku lelah ris, kau Cuma bisa diam, telah aku lakukan segala cara dan aku tidak mendapati kamu, mungkin  ada hari lain ketika aku tidak akan melihatmu lagi, semoga kau sadar dengan rayu ku dengan setangkai bunga mawar dan coklat kesukaanmu, semoga kau sadar perasaanku.    

Bidadari kecilku terbang ..
Sayap-sayapnya telah sembuh .
Dia meninggalkan aku yang telah mengobatinya ..
                Aku tau, kau bidadari ..
                Bahkan kau tidak mencari diriku ..
                Aku tidak akan ada lagi ..
                Kau tidak perlu tau aku ..
Dengan kau tertawa dan tersenyum ..
Kau telah dapat menggetarkan hatiku..

Related Posts:

2 Responses to "Pemudi Pemuja Bidadari"

  1. great...
    pernahkah anda berpkir untuk menjadi seorang penulis...?

    cobalah untuk menulis sebuah cerpen romantis...
    bisa saja saya mengeluarkan air mata karna cerita anda...
    so, good luck.. :D

    ReplyDelete
  2. hhahah, tidak pernah =)), itu sebuah tantangan. tungguin hasil selanjutnya yaa ..

    ReplyDelete