Pengganti untuk aku dan kamu



“aku titip dia ya, jagain dia .. karena dia gak pandai ngendaliin gimana dirinya sendiri. Aku harap kamu bisa gantiin posisi aku. Selalu perhatian sama dia, selalu ada buat dia. Jangan sampai buat dia nangis yaa.. aku gak mau kalau dia sampai ngeluarin air matanya sia-sia. Dia adalah orang yang paling aku sayang, jangan sampai ada orang yang berani menyakiti dia. Harapku tolong jagain dia sebaik mungkin, dan maaf kalau aku cuma bisa bilang ini sama kamu. Aku mau kamu bisa jagain dia buat aku, karena aku rasa dia udah menemukan siapa yang dia tuju. Bukan aku, tapi kamu ..”.
                Sebatas pesan yang aku kirimkan kepada orang yang telah membuat aku merasa sangat hancur, telah mengambil sesosok yang sangat berarti buat aku. Aku adalah makhluk paling bodoh yang telah berusaha melupakan dan menghilangkan perasaan ini. “maafin kalau aku pergi, aku rasa aku udah cukup untuk menjaga peri kecilku”, tak tahan hingga air mataku jatuh dan tak bisa membendungnya lagi.
                Cukup, ini adalah kesekian kalinya aku ingin tetap bersandar dipundakmu, memeluk mu ketika pertama kali aku mendekapmu, merasakan hangatnya pertemuan itu, kedamain itu, kenyamanan senyaman kasurku yang dingin. Kita tidak pernah memulai pertemuan ini kan ..? bahkan kita tidak memperdulikan ini sebelumnya.
                Perasaan itu telah menjelma menjadi benci dan dendam karena kecemburuan aku dengannya. Pudar dan memudar hilang dan membuat sarang keegosian didalam hatiku. Aku tidak bisa mengendalikan hatiku, hingga aku menangis ..? “aku belum pernah kehilangan seseorang yang benar-benar aku sayangi”.
                Saat ini yang ku tunggu hanyalah kamu bisa berubah menjadi dirimu yang dulu. Bukan cerita yang pahit, tapi cerita yang selalu kita buat bersama menjadi lebih indah. “dia pasti gak kerasukan setan kan ..?” tanyaku, “bisa jadi,siapa lagi kalau karena pergaulan bebasnya ..?,apa lagi kalian berjauhan, percuma rumah dekat gada contact-an” jawab rere. Terdiam didalam kelut kesedihanku mengenang orang yang tidak akan pernah sanggup aku lepaskan.
                “dia tetap peri kecilku,re” sapa ku, “ya terserah, setahuku peri lebih tau menghargai orang lain, hampir 3 tahun ..? dan Cuma berakhir kek gini”. Mungkin aku terlalu egois untuk tetap memiliki kamu seutuhnya. Aku bukan orang yang lemah kan ..? aku pasti bisa ..
                “vis,mu kenapa ..??? “ .. dan ...

Bersambung ..

Related Posts:

0 Response to "Pengganti untuk aku dan kamu"

Post a Comment