Kacamata ( seribu hari menanti ) part 2

Baca juga sebelumnya :) bit.ly/1gPfxNi


                Pagi memang sudah menjelma dari balik bumi yang sampai sekarang  menghangatkan diriku, ricuh .. baru sepagi ini, sekolah sudah menjadi pasar modern, tidak adakah ketenangan ..?
                Aku melihat semrautan senyumannya disini, di tempat aku berdiri, tidak beberapa jauh dari barisanku, aku harap dia bisa menyapaku pagi ini, dengan sapaan lembut dari suaranya yang selalu aku anggap merdu, apa salahnya ..?
                Seketika aku melamun di bumi Tuhan ini, nyaman terbang bagaikan di giring di terpa angin yang mengejutkan aku, sengaja aku menulis ini, karena perasan kacau nan usang ini kembali kambuh dan membuat penyakit bosan ku akut.
                Entahlah .. aku tidak pernah menghitung berapa lama aku berdiri sendiri diantara keramaian siswa yang telah duduk demi bisa melihat seorang bapak disana yang tengah berceloteh, aku hanya ingin melihatnya. “ apa kah kau melihat mata dan hati ini ..?” jawabannya tetap TIDAK .
                Aku tersenyum puas dan segera duduk di barisan ku, kacamata itu, lagi dan lagi mengalihkan pandanganku.. entah kenapa hari ini begitu ramai tapi tetap terasa sepi olehku ..
               berkali-kali aku merasakan perasaan yang sungguh saat aneh seperti ini.. ini adalah waktu sholat zuhur disekolah kami. aku duduk di barisan kedua ditempat dimana aku bisa melihatnya dengan mataku .. tidak ada celah .. hari ini aku bisa melihatnya dengan jelas ..
               lalu ..? dimaa dia ..?? perasaan gugup dan gelisah itu bercampur aduk disaat aku menunggu nya rumah Tuhan .. aku melihat nya berjalan dari pintu masuk hingga ketempat dimana ia duduk. dia kelihatan kebingungan .. mencari sesuatu .. apa yang dia cari ..??  siapa yag dia cari ..?
              aku menutup sebagian wajah ku dengan mukena.aku sengaja menutupnya agar iya tidak curiga kalau aku memperhatikanya, dan pada saat itulah aku merasakan bahwa jantungku sangat berdetak kencang. siapa yang akan tau ini ..?? berkali-kali dia melihat kearahku. Oh My God .. tolong aku, sanggup kah aku merasakan kebahagian yang engkau berikan ini ..? dia manatap aku ..? melihat diriku disini ..

Bukankah cinta saling mengisi ..??
Saling memiliki ..?
Ini aku Tuhan ..
Masihkan bersama ku ..?

Bukankah menunggu adalah jawaban yang tepat ..?
Tuhan, menyampaikan ..? tidak yakin sampai aku berulang-ulag seperti ini ..
Aku ingin sekali didekatny, aku bingung, kenapa dia begitu kuat di mataku ....?
Dia tidak pernah hilang dihati aku ..?

Kacamata mungkin memang tidak salah ..
Ini salahku ..
Mengapa aku punya perasaan ini dengannya ..
Apa yang salah Tuhan ..?
Apa Cuma karena dia tidak tau ..?
Ah, aku terlalu bodoh, sangat bodoh..

Baca juga selanjutnya :) bit.ly/19YHoCW

Related Posts:

0 Response to "Kacamata ( seribu hari menanti ) part 2"

Post a Comment