Cerita Singkat tentang Kesetiaan

Selamat pagi Ahmad ..
                Ternyata tak semua yang kita harapkan berjalan dengan lancar, tangisan pun tak aka pernah mengembalikan keadaan seperti semula.kini, setelah kita saling tau sama lain,diantara kita malah cepat melupakan, yang sebelumnya hanyalah perkenalan biasa atas ucapan salam kenal. 2 bulan terakhir adalah hal yang paling mengesankan buat aku. Pesan terakhir untuk selamanya, mungkin.
                Aku sebenarnya sangat ingin melupakanmu, mencoba bangkit dari kebodohan menunggumu. 2 tahun mad, dan tak mungkin secepat itu aku bisa memusnahkanmu, mengingat beberapa pesan yang cukup spesial menurutku. Aku masih mempertaruhkanmu.
                Entah mungkin, memang ada yang lain lebih baik dan sempurna dari aku, ya aku pantas cemburu, namun aku tak pantas untuk menggertak ataupun  memarahimu. Aku tau, aku hanyalah seorang wanita biasa disini yang terpisah oleh jarak dan waktu dan selalu mengharapkan doa sebagai segalanya, “aku berharap kau baik-baik saja”
                Aku mencoba lagi untuk bersikap seperti biasa, menganggapmu hanyalah seorang teman dan tak menempati hatiku lagi sebagai yang paling spesial. Aku gagal memberikan sesuatu untukmu, dihari yang selalu kau tunggu, 17 tahun, 13 juli 2014. Maaf, aku hanya mengucapkan “selamat ulang tahun” untukmu, semoga itu cukup.

Selamat ulang tahun my glasses ..
17 tahun untukmu.
Semoga tuhan mendengar doaku dan doamu.
Diberikan seorang kekasih yang jauh lebih baik daripada ku..
Diberikan kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan..
Maaf, aku belum bisa hadir disaat kesusahanmu..
Untuk mencoba menemanimu..
Aku belum berani..
Aku masih takut..
Maaf, semoga ada yang lebih baik..
Aamiin.

Related Posts:

0 Response to "Cerita Singkat tentang Kesetiaan"

Post a Comment