Cintamu
semu layaknya bayangan yang tak dapat ku sentuh. Ketika aku mengikutinya, aku
tetap tak bisa menyentuh bagaimana rupa sang bayangan. Kau mungkin terlalu
sempurna atau mungkin terlalu jahat untukku. sebagaimana aku telah berusaha
keras untuk mengambil hatimu namun kau tetap berpaling.
Aku
terus mengikuti, memperhatikan semua perkembangan hubungan diantara kita.
Namun, pada akhirnya selalu aku yang tersakiti berulang kali. Dan kau selalu
kembali dan menyesal dan mengulangi kesalahan yang sama tanpa merubahnya.
Aku
juga manusia, aku lemah. Namun cintaku terlalu kuat, keyakinan ku keras dan aku
percaya dengan apa yang aku lihat. Sebegitunya aku percaya kepada Tuhan bahwa
semua akan indah pada waktunya.
Kita
berhenti disini, kita saling meratapi satu sama lain. Lama kelamaan semakin
lama hubungan kita berjalan namun tak juga membuahkan hasil yang manis. Terlalu
kelam untukku dan belum cukup puas untukmu. Mungkin apakah memang kodratnya
laki-laki menyakiti wanita atau wanita terus mengeluarkan air mata ..??
Tuhan
hanya berkata dan bertitip sebuah pesan untuk kita. Cinta bisa mengalahkan
segalanya. Bahkan kekuatan cinta begitu dahsyat menandingi semua yang namanya
ego dan luka. Hanya orang yang benar-benar tulus lah yang bisa merasakan apa
itu ketulusan dan kekuatan dari cinta tersebut. Aku melihatnya dibeberapa orang
didalam kehidupanku. Dan itu sangat berbeda jauh dengan dirimu ..
Cinta
adalah kebahagiaan, 2 orang yang saliing mencintai akan berusaha untuk membuat
pasangannya bahagia dan tersenyum. Namun, semua itu sirna seiring dengan
berjalannya waktu. Aku berusaha untuk selalu tetap percaya bahwa kau akan
berubah untukku. kau datang kehatiku mengenalkan apa itu cintamu membuktikan
bawa cintamu benar untukku dan kau pergi sehingga luka itu tetap semakin
membekas meninggalkan jejak dihatiku.
Aku
tak tau bagaimana cara menyikapinya. Aku begitu haus akan perhatianmu,
seolah-olah dirimu adalah fatamorgana ditengah hamparan padang pasir yang luas.
Bayangan kehidupan, namun hanya kepalsuan.
Kau
memang tak menjanjikan untuk hidup selalu bersama ku. kau hanya berjanji
“selama aku sanggup, selama cintaku masih ada aku akan tetap mencintai dan
menyayangimu”. Aku meyakinkan diriku kembali untuk mu bersarang dihati kecilku.
Namun lagi dan lagi hatiku remuk dan hancur. Dan apakah kau tau bagaimana
sakitnya ..? sakit sekali. Serasa ingin terus ku pukul dada ini. Dan kau masih
bersenang-senang diatas perderitaanku ..?
Aku
masiih disini menyediakan payung untukmu. Namun, ada banyak orang yang
mengantri memberikan ku payung. Saat itu hari hujan. Air mataku telah habis dan
tak tersisa. Aku bertahan melawan semua sakit ini sendirian. Bahkan ketika ku
tau, bahwa kita memang tak aka pernah sejalan lagi.
Mungkin
kita saling mencintai, namun cara mu salah atau caraku juga salah. Sehingga
kita sama-sama tersakiti. Aku memang tak tau apa yang Tuhan rencanakan untuk
kita berdua. Yang ku tau, pasti dia akan selalu memberikan yang terbaik untuk
kita.
Salam
dari seseorang yang mungkin memang kau cintai, aku harap kau bisa lebih tulus
unutk mencintai. Aku harap kau menyadari begitu besar cinta yang kuberikan dan
tiada tandingannya dengan yang lain. Aku kalah dari dirimu, aku menyerah. Ku
akui aku memang lemah dan kau terlalu kuat. Namun satu hal, cintaku nyata
sejelas kau melihat dunia.
0 Response to "Bayangan Fatamorgana Cinta"
Post a Comment