Mengingat sedikit "tentang KAMU"


Pagi, untukmu yang sedang aku rindukan disana. Fajar juga belum menampakkan wajahnya hingga gerimis datang menyejukkan pagi yang membuatku kembali teringat beberapa hal tentangmu. Karena pagi ini, aku hanya ingin memendam rasa kedamaian dalam hidupku bersama tuk mengenang kenangan manis yang kau tinggalkan. Tuk kesekian kalinya, aku pun ingin mencandu lembutnya suasana pagi yang ku lambangkan sebagai perasaan rinduku padamu.
Itulah alasan mengapa aku suka dengan Pagi dan Kamu. Kamu..? iya kamu, karena kita pernah bersama pagi . Ingatkah ..? Bersepeda berdua dan hanya ditemani olehnya. Apakah kamu bisa merasakan adanya kelembutan disana..? Ketika fajar menyinsing, sekitar udara masih terasa dingin dan mungkin pada waktu mengarah kesekitaran jam setengah 7 pagi. Namun ah, aku mungkin terlalu berlebihan padahal aku tau bahwa kamu pasti akan menganggapnya biasa saja.
Aku teringat tentangmu, saat itu kamulah yang bersedia menemaniku mengantarkan aku ke rumah sejauh puluhan meter jaraknya yang mungkin tak akan kamu sanggupi kalau kamu tidak terbiasa bersepedaan dengan rutin. Aku tau, kamu pasti ada merasa kelelahan. Tapi kamu tetap bertahan dan tetap menemaniku.
Hal yang ku ingat lainnya adalah, saat kamu memberi perintah tuk berada disisi kiri mu. Pada saat itu aku terpikir bahwa apakah kamu berniat tuk melindungiku ..? atau memang alasannya adalah setiap perempuan memang harus dilindungi ..? adakah maksud tersendiri diantara 2 alasan tersebut..? misalnya, kamu tidak ingin aku kenapa-napa gitu..? Pada dasarnya, perempuan memang tak akan butuh hal-hal yang berlebihan, mereka hanya butuh sesuatu hal kecil namun menarik hati mereka. Contohnya tadi, perhatian kecil yang semua orang tau meski itu adalah hal yang sangat sederhana namun akan ada banyak arti yang terselubung didalamya.
Aku menghela nafas disini, duduk diteras tuk menikmati fajarku berakhir bersama gerimis yang kian melebat. Seakan-akan aku ingin melepaskan semua kenangan itu dan membiarkannya pergi begitu saja entah kemana. Aku berharap bahwa kenangan itu akan hilang dan tak akan kembali aku mengingatnya. Namun, kau tau ..? aku salah dan telah membuat sesuatu semakin rumit dan keliru.  Aku tak pernah memberikan isyarat dan berharap bahwa setelah aku melepaskannya dia akan pergi ketempat dimana kamu berada. Ditempat yang jauh ribuan kilometer jaraknya dari tempatku berada. Terlebih rinduku kalah dengan kenangan yang ku lepas, aku tak bisa pergi ketempatmu berada karena aku juga harus menyebrangi luasnya lautan dan jauhnya daratan yang akan ku tempuh nanti. Ya, dan kenanganku hanya terbawa arus lalu sampailah pada tujuannya “Kamu”.
Setelah kenangan itu sampai, kamu mengirimku sebuah pesan singkat yang tulisannya sengaja kau salahkan “mowning hun!!”, hingga membuat aku tersenyum. Aku ingat bahwa kemarin malam, sebelum aku melepas kenangan tentangmu kita telah beradu dengan perasaan masing-masing. Seakan-akan rasa memang mencari jalannya sendiri tuk menemukan apa yag dia cari yaitu “KAMU”.
Aku berpikir bahwa, biarlah kita seperti ini. Kita dibentangi oleh daratan luas yang jauhnya berjarak ribuan kilometer. Kita juga dibatasi oleh waktu yang bahkan membiarkan kita merindu berhari-hari lamanya. Kata orang-orang dulu hingga sekarang, yang sanggup menjalaninya hanyalah orang yang setia, yaitu orang yang tak mampu berpaling dari yang lain. Dan aku bertanya pada diriku sendiri, “Akahkah itu aku?”. Pada akhirnya, yang jelas akupun tak tau harus bagaimana. Entah membiarkan semuanya tetap begini, apa aku harus memperjuangkannya atau aku harus melupakan semua kenangan dan juga kamu ..?
Aku hanya ingin mengingat sedikit saja tentangmu, tak usah berlebihan. Karena gerimis semakin lebat menjadi hujan. Aku tak mau terus terkurung didalam banyaknya kenangan tentangmu yang tak akan aku tau bagaimana cara menyelesaikannya. Aku hanya ingin mengingatnya sedikit, bersama hujan dipagi hari ini.

-         Untuk kamu yang berada jauh disana -

Related Posts:

0 Response to "Mengingat sedikit "tentang KAMU""

Post a Comment