Dear Kamu,
Sesekali kali
doa terselip dalam ibadahmu, dimana secara acak pada sepanjang malam kau
menyebutkan namaku, mungkin berulang kali. Aku tak tau dibagian manakah kau
berdoa menyebutkan namaku, tapi mungkin kali ini Tuhan mau kamu bukan denganku.
Ada sebagian doa yang diperuntukkan memang mujarab terjadi, menurut Tuhan itu
baik atau mungkin tidak untukmu. Misalnya, mendoakan aku selalu bahagia tapi
ujung-ujungnya bukan dengan kamu, tapi dengan orang lain. Aku pernah menjadi
seperti mu, bergelut disetiap malam pada angan-anganku yang tak pernah sampai.
Jujur, aku penakut. Sehingga aku harus memendam perasaanku sendirian.
Aku tak pernah
bisa untuk mengungkapkan perasaanku pada orang yang sangat aku kagumi dulunya,
seakan-akan aku telah menjadi pengagum rahasia bagi seseorang. Menyembunyikan identitas,
membuat nomor palsu, membuat akun lain, atau bahkan menyamar sebagai orang lain
yang diam-diam memperhatikan seseorang itu dari kejauhan. Taukah kamu? pada
akhirnya aku hanya menyadari. Perasaan itu bukan perasaan spesial yang dinantikan, perasaan itu hanyalah berlebihan. Aku terlalu mengagumi seseorang itu
karena memang apa adanya dia. Terlebih, tidak ada perasaan sayang ataupun cinta
didalamnya. Hanya perasaan suka dan ingin berteman. Itu saja.
Mungkin kejadiannya
akan sama dengan kita, bahkan kamu yang diam-diam memantauku dari akun
instagram dan bbmku akan selalu menantikan kabar terhangat dariku. Kini,
dengarkanlah aku. Kamu hanya butuh menemukan seseorang yang benar-benar
menerimamu apa adanya, aku bukanlah seseorang yang dengan mudahnya jatuh cinta,
bukan. kamu akan sulit mematahkan hati wanita sepertiku. Bahkan kamu akan
terluka dengan sendirinya. Dan sekarang, aku sedikit peduli dengan perasaanmu. Temanku bilang, kamu sedang patah hati karena aku sudah ada yang memiliki. Maka itu, aku
tuliskan ini untukmu.
aku tidak
melarangmu untuk suka denganku, itu perasaanmu dan urusanmu dengan Tuhan ketika
membawa namaku didalam kehidupanmu. Aku juga tidak melarang bagaimana kamu
berteman denganku atau saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Tapi
ingatlah, kamu mendoakanku untuk bahagia maka ketika aku bahagia,
berbahagialah. Jika memang perasaanmu itu benar-benar lebih maka kamu tidak akan
sakit ketika aku lebih bahagia bersama oranglain. Kamu tau kenapa? Mungkin kamu
tidak akan bisa membahagiakan aku seperti dia membahagiakan aku, maka kamu juga
pasti akan berpikir ulang meyakinkan dirimu sendiri bagaimana bisa membuat aku
bahagia, bukan?
kamu tidak
bisa memaksakan untuk segala yang kamu harapkan bisa terwujud menjadi
kenyataan, tidak bisa. Seharusnya jika perasaanmu cukup dalam, kamu akan
mengerti sebagai laki-laki bahwa tidak baik mengusik kebahagiaan yang sudah
susah payah dibuat oleh orang yang memilikiku. Jika kamu ingin membahagiakan
aku, bahagiakan dengan cara yang lain. Dengan begitu aku tidak akan perlu risih
untuk berteman denganmu.
Kali ini,
kembalikan pikiranmu pada hatimu. Menyadari perasaanmu sekali lagi dan bertanya
apakah memang benar aku ini adalah orang yang selama ini kamu kagumi atau
memang benar orang yang kamu sayangi? Tanyakan, karena jika kamu tidak bisa
menerima segalanya perasaanmu hanyalah tentang keegoisanmu sendiri, semaumu yang diwujudkan dengan keinginanmu sendiri. Dunia ini bukan hanya
tentang dirimu saja, ada aku dan orang lain yang bercerita didalamnya, tapi
duniamu hanyalah milikmu sendiri, bahkan jika aku ada disana aku akan tetap
menjadi hiasan yang akan meramaikan duniamu. Maka, kamu tak bisa selamanya bisa
mewujudkan keinginanmu sendiri. Dunia ini bukan hanya tentang kamu, tapi disana
juga terselip bahwa bagaimana cara hidup bahagia tanpa menyakiti perasaan orang
lain. Mengertilah.
Note: Maaf
untuk beberapa bulan yang hiatus, dikarenakan sibuk kuliah dan kerja paruh
waktu. Full time tiap hari dan hari minggu beres-beres rumah :’) postingan
selanjutnya pasti bakalan dibuat lebih greget. I’m sorry and Thanks for waiting
me.
0 Response to "Perasaan Mu"
Post a Comment