Masku,
2 tahun lamanya mengenal hingga akhirnya kini kita berada pada tujuan yang
sama. Adikmu ini, yang menetap ditanah kelahirannya selalu setia menunggu Mas
pulang kala libur semester tiba. Mas, yang katanya kita hanya serang teman,
yang Adikmu ini hanyalah orang asing yang membantu sebuah tugas kuliahmu, tak
disangka-sangka terketuk pula hatinya dengan Mas yang bahkan hanya mengenalimu
dari kejauhan.
Adikmu
ini tersadar, bahwa apa yang terjadi diantara kita bukanlah hanya sekadar teman
antar teman. Mas menyadari dan aku ini hanya menanggapi tanpa respon apapun
bahwa Mas sudah lama menyukaiku.
Keraguan..
itu yang adikmu ini rasakan. Maafkan karena dia yang dulu membuat adikmu yang
sekarang seperti ini, sulit jatuh cinta hingga untuk memilih laki-laki
selanjutnya pun memang harus was-was. Yah, perempuan sudah dari takdirnya
memang begitu. Sakit hati memang biasa, tapi meski sudah terlatih untuk patah
hati, Perempuan juga tidak mau terus-terusan membuang airmatanya untuk hal yang
dianggap hanya membuang-membuang waktu saja, menangisi yang telah pergi.
Sulit
jatuh cinta, hingga aku benar-benar ingin mengenal seseorang yang mau berjuang
untukku. Benar-benar mengenal laki-laki yang akan mengisi kekosongan pada
ruang-ruang didalam hati ini. Rasanya, yaah.. adikmu ini sudah lelah mencari
lagi, sudah lelah berulang kali sakit hati. Perempuan hanya ingin bahagia,
termasuk aku adikmu yang ingin melupakan semua keluhan yang dirasakan semua
perempuan.
Pernah
terbesit dalam benak, Mas. Bahwa kembali mengenal seseorang bukanlah hal yang
mudah. Kembali berusaha untuk menyukai, menyayangi hingga mencintai adalah juga
hal yang sulit untuk ku lakukan. Apalagi, adikmu ini bukanlah tipe perempuan
yang mudah jatuh cinta, tapi jenis tipe perempuan yang susah move on nya.
Sepupu
mas, bilang “Coba saja, kali cocok. Dijalani saja, mungkin berhasil hingga
akhir”, aku hanya terdiam setelah sesaat banyak bertanya bagaimana tentang Mas.
Dengan status yang masih sama-sama single, dengan semua kekurangan, aku
berharap Maslah orang yang paling sabar yang menghadapi ku nantiya.
Perempuan
kalem macamku, adikmu ini juga bandel. Dengan golongan darah bertipe AB ini,
semua orang sudah percaya bahkan aku percaya dengan mitos yang mengatakan bahwa
tipe golongan darah ku itu membuat aku mempunyai kelebihan berkepribadian
ganda. Sabar-sabarlah Mas, adikmu ini kadang suka buat jengkel tapi kalau gak buat
jengkel yang ada Mas nanti kangen. Begitu ajaibnya.
Tapi,
bukan itu intinya sekarang. Tapi Maslah, yang sekarang bernaung dalam diriku. Semua
pengharapan terbesar ku telah aku limpahkan pada Mas. kini kita lebih serius,
artinya adikmu ini tidak ingin seperti anak kecil atau seperti anak ABG yang
kerjanya cuma putus nyambung dengan siklus yang tidak jelas seperti itu.
Begini,
dengan jenjang umur yang sudah berada ditengah-tengah, adikmu ini bermohon,
kalau jika memang benar-benar sayang bertahanlah untuk segala hal, termasuk
juga jangan pernah lelah dan berhenti menghadapiku semuak apapun adikmu ini
bertingkah.
Yang
jelas Mas, Percayalah bahwa Adikmu ini sangat sayang padamu. Apapun yang
terjadi jika aku telah menetapkan kepada siapa hatiku dimiliki, maka aku ingin
perjalanan cinta itu berhenti dan menetap disana, dihatimu.
-Dari Adikmu, diseberang pulau
-Dari Adikmu, diseberang pulau
0 Response to "Adikmu, Mas"
Post a Comment