Kalau dan Jika



Kalau tidak cinta, aku tak akan memohon
Kalau tidak cinta, aku tak akan kembali
Kalau tidak cinta, aku tak akan menuruti semuanya
Definisi cinta yang abstrak dengan segala bentuk perwujudannya. Menguatkan, melemahkan, mengikat atau melepaskan bahkan mengukung atau merelakan.  Begitu kataku, setelah apa yang terjadi pada hari kemarin. Pada saat yang pikiran sedang kacau balau, pada saat hati dan jiwa sedang menerima tekanan, yang sesungguhnya aku lebih membutuhkan seseorang pada akhirnya membuat suatu kesalahan.
Tidak ada yang bisa membuat dirinya kembali kalau bukan karena cintanya sendiri, aku tidak akan memohon seperti pengemis jika tidak mencintainya sama sekali. Tulus, mungkin cintalah yang mewakili segalanya. Tak akan pernah memandang satu materipun kecuali perasaan yang ada pada dirinya.  Begitu kataku, bahwa dia benar-benar mencintai dan menyayangiku. Bahwa tidak ada yang lebih penting melainkan cinta itu sendiri yang pada akhirnya akan menghadirkan ribuan kebahagiaan yang semua orang impikan. Bukankah begitu?
tidak ada yang salah pada cinta, kita hanya terkurung dalam penjara ego sendiri. Kita lebih banyak memikirkan rasa cinta kita sendiri dari pada bersyukur dengan cinta yang orang lain berikan. Kita lebih banyak memikirkan tentang sakit hati yang kita rasakan, kita lebih banyak memikirkan tentang kepahitan yang kita rasakan dan membandingkan dengan apa yang dia perbuat untuk kita. Padahal, kita juga tidak tau sedalam apa yang  sakit dan kepahitan yang seseorang alami itu lebih banyak daripada kita.
Mungkin, semua akar dari masalah yang berhubungan dengan cinta adalah kesalahpahaman. Karena, memang tidak ada yang salah dari cinta. Kesalahpahaman muncul karena cinta yang kita wujudkan tidak sama  persis seperti apa yang kita harapkan. “Terkadang, kita bisa saja sudah benar mencintai seseorang, tapi dengan cara yang salah atau sudah dengan cara yang benar tapi mencintai orang yang salah”. Dan seakan kedua pernyataan tadi membuat hubungan timbal balik antara kita. Aku yang pertama dan kamu yang kedua, benarkah?.
Katamu begini, “biarkan aku sendiri dulu” yang mungkin adalah bentuk kekecewaan paling terhebat dari kesalahan yang paling fatal. “keegoisan” yang tidak akan mungkin dapat membuatmu kembali lagi pada seseorang yang masih kamu cintai. Akan selalu ada keraguan disana, dihatimu, ku yakin. Antara memilih kembali atau memilih jalan sendiri untuk pergi, atau bertahan menetap hingga seseorang kembali. antara takut dengan sakit yang dirasakan sendiri atau memberanikan diri lagi untuk mencari kebahagiaan baru, atau lebih memilih bertahan dengan takut dan sakit yang dirasakan namun berani memperbaikinya dengan kebahagiaan.
Pada akhirnya, kita tidak akan bisa memaksakan semua hal yang berhubungan dengan cinta. Tapi cinta, bagaikan sebuah rumah di tepian danau ditengah hutan nan indah. Kau tau apa artinya? Kemanapun kau pergi, kau akan selalu merindukan rumah. Tempat yang paling nyaman, tempat dimana kau meluapkan semua kesedihan dan kesenangan, tempat segala kau melewati berbagai rintangan dan permasalahan bersama orang yang kau sayang. tempat dimana kau akan kembali untuk pulang.
Jika memang cinta, kau akan kembali
Jika memang cinta, kau akan ada disini lagi
Jika memang cinta, kau akan pulang.


Dari yang dulu pernah mengukir senyum diwajahmu - aku

Related Posts:

0 Response to "Kalau dan Jika"

Post a Comment