Padamu, jarak

Kepada serpihan hati yang telah pecah..
Aku yakin, yang dikatakan oleh logika mungkin adalah jalan terbaik untuk kita saat ini. Jangan, jangan lagi. Aku tau kamu sudah lelah berharap kepada seseorang itu yang 180 derajat berbeda denganmu. Mungkin benar, hati. Tidak ada hubungan yang berhasil ketika sepasang kekasih itu berada dalam sebuah "jarak". yang dirasa bukan hanya "jarak"  berupa "jauh", tapi benar-benar "jarak" dalam cinta.
Kembali lagi pada dasarnya, tak ada yang salah dalam cinta. Semua orang yang memiliki cinta memiliki komitmen dan pendirian yang berbeda-beda. Harapan yang terlampau tinggi dan tak kesampaian, jatuh penuh luka dan terpecah belah menjadi serpihan kekecewaan, benarkah?
Maaf untukmu hati, logika mungkin benar. Jika tak sanggup untuk berlari mengejar, berhentilah. Dia mungkin sanggup berlari, mencapai finish dan lelah menggenggam karna aku yang semakin lamban. "Yasudah" kataku, jika pada akhirnya aku terjatuh, 2 hal yang terjadi bersamaan, aku akan terluka, dan aku kehilangan dia. Jadi, daripada untuk tidak pada kedua hal tersebut, aku harus memilih salah satunya. Aku memilih hanya untuk kehilanganmu dan hanya akan ikhlas untuk sebuah perhentian ini.
Dan, sekarang dia sudah tak perlu lagi untuk singgah dikota ini untuk bertemu denganku, dia kan ku bebaskan untuk menata hidupnya lebih bahagia dari aku. Dia tak akan ada alasan lagi untuk berhenti disini hanya untuk melepaskan rindunya. Kan ku biarkan dia bebas membakar sisa kenangan yang ada dalam hati dan logikanya. Mungkin ini yang terbaik dari beberapa hal yang sulit untuk diwujudkan. Menyatukan 2 orang yang berbeda dan menggapainya.



-Esge-

Related Posts:

0 Response to "Padamu, jarak"

Post a Comment